Read more : http://www.wakrizki.net/2011/03/membuat-effek-zoom-gambar-di-blog.html#ixzz1PJMAYpiS

Biografi The Reverent





James Owen Sullivan, (lahir 9 Februari 1981; umur 28 tahun; lebih dikenal dengan nama The Rev atau The Reverend Tholomew Plague) adalah seorang drummer sekaligus penyanyi latar untuk grup musik Avenged Sevenfold. The Rev juga sempat menjadi penyanyi utama pada grup musik Pinkly Smooth.







Biografi

The Rev adalah anak tunggal. Pada masa kecilnya, dia seringkali dikeluarkan dari sekolah. The Rev juga sudah tujuh kali masuk penjara karena kejadian-kejadian seperti berkelahi di dalam bar.



Lanjut membaca“Biografi The Reverent”  »»

Avenged Sevenfold Guncang Jakarta




Konser ini, sekaligus menjadi promosi album keempat mereka yang bertajuk Avenged Sevenfold yang dirilis beberapa saat setelah mereka konser di Jakarta, tahun silam.

M Shadows (vokal), Zacky Vengeance (gitar), Synyster Gates (gitar), The Rev (drum) dan Johny Christ (bas) membawakan lagu-lagu andalan macam Critical Acclaim, Almost Easy, Scream, Afterlife atau Dear God.



Jarang memang kedatangan kedua sebuah band mendapat sambutan yang luar biasa, bahkan lebih mendapat aplaus ketimbang penampilan perdana. Namun itulah yang terjadi pada band yang juga populer dengan nama A7X itu.

Antrean panjang para penonton mulai terjadi sejak siang hari. Tiket yang sold out sejak beberapa pekan sebelum pertunjukan bahkan membuat banyak calo menjual harga yang amat tinggi. Tiket seharga Rp325 ribu, melambung menjadi Rp800 ribu. Bahkan, banyak calo yang mencari id card untuk dibeli mereka.

"Ya sebelum lebaran lalu, tiket sudah nyaris habis. Sudah laku sekitar 80%-90%," ungkap Adrie Subono, promotor Java Musikindo yang mendatangkan grup berlambang tengkorak bersayap itu.

Dibuka dengan penampilan band Jibriel asal Indonesia, penonton memang seolah tak sabar lagi menunggu Shadows dan kawan-kawan naik panggung.

Menggbrak panggung dengan lagu bertempo cepat, Critical Acclaim, A7X langsung disambut histeris para penonton yang didominasi kalangan ABG. Para penonton seraya ikutan bernyanyi bersama dan berlompat-lompat, juga mengacungkan salam tiga jari ala para penggemar musik metal.

Sajian musik metal yang menggebu disajikan dengan kekuatan tata suara lumayan bagus dan tata lampu yang tidak kalah apik, membuat penampilan grup itu menjadi hampir sempurna.

A7X didirikan oleh Zacky Vengeance (gitar) dan M. Shadows (vokal), ketika mereka masih SMA di Orange County. Kemudian mereka mengajak The Reverend Tholomew Plague (drum), dan mereka merilis demo pada 1999 yang juga ditetapkan sebagai tahun lahirnya Avenged Sevenfold.

Pada 2002, grup ini kembali merilis album bertajuk Sounding The Seventh Trumpet yang sebelumnya pernah dirilis pada 2001, dimulai dengan masuknya Synyster Gates (gitar) pada trek pertama pada album itu.

Mereka lalu menjalin kerjasama dengan Hopeless Records, dan merilis Waking the Fallen, dengan mengeluarkan hits Mainstream, Unholy Confessions, dan Warmness On The Soul. Album ini mendapat dukungan tinggi dari Rolling Stones Magazine.

Awalnya mereka berkarya lewat jalur musik independen yang menurut mereka susah-susah gampang. Pasca diasuh major label, mereka mengaku lebih nyaman. Sejak beredar mereka merasakan kalau publik musiknya lebih mengapresiasi.

Berdiri pada 2001, A7X beberapa kali merilis album indie. Baru pada 2004 mereka dilirik Warner Music.


Setahun kemudian album mereka, City of Evil dirilis. Suka duka mereka lalui. Sebagai lima pemuda yang berasal dari satu SMU keeratan mereka tak perlu dipertanyakan lagi. Bagaimana kisah perjuangan mereka bermusik? "Kita nge-band, 4-5 tahun tanpa uang. Saya harus menyetir sendiri tepat setelah manggung. Paginya saya menyetir, saya tertidur beberapa kali. Sampai mobil masuk ke jalur lain. Tapi buat saya itu menyenangkan," kisah Johnny.

Setelah menjadi band berlabel mayor, A7X jarang mengalami kesulitan untuk mengorbitkan musik mereka. Hingga akhirnya bisa ke Indonesia untuk mengadakan konser, dirasa band beraliran musik rock itu sebagai sebuah keberuntungan.

"Saya pilih major label karena semua yang kita perlukan diurus dengan baik. Hidup jadi lebih mudah saja rasanya," tandas Johnny, bassist A7X.

Dirilisnya album City of Evil pada 2005 karena Amerika Serikat tengah jenuh dengan musik hip-hop dan pop yang merajalela. Mereka pun merilis album ketiga itu dengan hits single Bat Country yang merupakan lagu metal/rock pertama yang merajai MTV TRL . Mereka juga mempopulerkan kembali solo gitar dengan duet gitaris Synster Gates dan Zacky Vengeance yang benar-benar memanaskan area moshpit.

Pada 2007, mereka kembali masuk studio untuk merekam lagu terbaru mereka untuk studio album keempat di bawah bendera Warner Bros,

Album ini mempunyai perbedaan yang tidak begitu mencolok dari album sebelumnya (City Of Evil) tetapi terasa bahwa di album ini mereka semakin berkompromi dengan selera pasar, ditandai dengan musik yang lebih easy-listening dan lirik yang lebih nge-pop.



Lanjut membaca“Avenged Sevenfold Guncang Jakarta”  »»

Biografi Zacky Vengeance



Menurutku Zacky adalah seorang Gitaris yang sangat siiiiip dah,hhehhe. . . .
saya sangat mengagumi sosok zackyberikut biografinya. . .


Zachary James Baker (lahir 11 Desember 1981; umur 28 tahun; lebih dikenal dengan nama Zacky Vengeance) adalah seorang pemain gitar dan penyanyi latar dari grup musik Avenged Sevenfold.




Kehidupan Pribadi


Zacky adalah anak sulung, mempunyai saudara perempuan yang bernama Zina, dan saudara laki-laki bernama Matt. Orangtuanya bernama James dan Maria. Zacky mempunyai pacar bernama Gena Paulhus.


Zacky memelihara anjing yang diberi nama Ichabod Crane Vengeance.

Biografi

Pada DVD Avenged Sevenfold yang berjudul All Excess, Zacky mengatakan bahwa sebelum dia memasuki Avenged Sevenfold, dia sempat menjadi anggota dari grup musik beraliran punk rock bernama MPA atau Mad Porno Action yang gagal mencapai sukses. Maka itu Zacky dan M. Shadows membentuk Avenged Sevenfold.

Zacky mempelajari cara bermain gitar ketika dia berumur tiga belas tahun. Dia belajar secara otodidak. Gitar yang pertama kali ia gunakan adalah gitar ayahnya.




Lanjut membaca“Biografi Zacky Vengeance”  »»

Beberapa teknik gitar Arpeggio Yngwie Malmsteen dan Joe Satriani – Teknik Tingkat Lanjut

Bicara teknik Arpeggio di rock neo klasik, tentu tidak terlepas dari masternya yaitu Yngwie Malmsteen. Pada dasarnya Yngwie banyak memakai arpeggio pada kebanyakan lagu-lagunya. Beberapa diantaranya adalah:
1. One string Arpeggio: sebenarnya disini adalah penerapan dari One-string scale, yaitu penggunaan satu senar untuk memainkan satu pola scale/tangga nada.
Contoh: Progresi(bentukan) F Mayor, acuan: Joe Satriani



2. Two Strings Arpeggio: penggunaan dua senar untuk memainkan Arpeggio
Contoh: Progresi(bentukan) A Minor, acuan: Yngwie






3. Three Strings Arpeggio: penggunaan tiga senar untuk memainkan Arpeggio
Contoh: Progresi(bentukan) A Minor, acuan: Yngwie




4. Five Strings Arpeggio: penggunaan lima senar untuk memainkan Arpeggio
Contoh: Progresi(bentukan) A Minor, acuan: Yngwie



Sebenarnya bukan Cuma Yngwie atau Joe Satriani saja yang memainkan teknik teknik itu, banyak gitaris lain yang memainkannya.
Adapun untuk jalur not-nya silakan dicari sendiri sebagai latihan, he he he…Gud Luck


Lanjut membaca“Beberapa teknik gitar Arpeggio Yngwie Malmsteen dan Joe Satriani – Teknik Tingkat Lanjut”  »»

Saosin Antara Post Hardcore Dengan Emo



Kalau ngomongin post hardcore so pasti sambungannya sama Saosin, mau gimana lagi band inilah yang tenar ngebawain turunannya aliran hardcore punk ataupun punk rock saat ini. Banyak yang bilang aliran ini sedikit lembut atau kurang greget dikarenakan lebih banyak melakukan eksperimen dalam bermusik. Aliran yang diusung oleh Saosin dicirikan dengan suara rhythms dan melodi dari Beau Burchell dan Justin Shekoski yang lebih keras, dikombinasikan dengan lengkingan vocal Cove Reber. Sementara gebukan drum Alex Rodriguez dan betotan bas dari Chris Sorenson ngimbangi permainan musik rekannya yang terkesan asik bermain sendiri.




Meskipun banyak penilaian kalau band ini justru membawakan aliran Emo suatu aliran yang sama-sama asalnya dari punk rock ataupun hardcore punk dimana warna musiknya kedengaran lembut tapi hentakan beat-nya ekspresif dengan emosi pengusungnya, dimana warna musik ini diusung semisal My Chemical Romance dan Panic At The Disco. Aliran Emo saat ini lebih mengarah kepada style 'gaulnya' si bintang rock dengan para fans-nya. Maka wajar jika dibilang sama atau mirip, karena para personel Saosin sendiri berasal dari aliran yang berbeda-beda namun tetap bercirikan warna alternative punk rock.

Post Hardcore yang diusung Saosin beat-nya terdengar seperti menahan emosi, kedengarannya keras tetapi ritme yang dimainkan mereka lambat. Aliran ini memang mementingkan keseimbangan disonansi dan nyanyian, jadi kesannya lambat banget. Meskipun gitu tetap asik untuk dinikmati, dan gak sampai disitu 'aja' isi lirik lagu dekat sama kehidupan remaja dan pemberontakan dengan pembawaan energik kalau di panggung. Coba aja simak lagu You're Not Alone mengajak orang untuk optimis untuk menghadapi masalah. Atau juga Burry Your Head, meskipun menyeramkan tapi maknanya dalam banget memberikan pesan bagi kita untuk instropeksi diri



Lanjut membaca“Saosin Antara Post Hardcore Dengan Emo”  »»